TEMAN dengan KEBERKAHAN
Untuk teman-temanku
ato para senior yang telah mendahului di dalam keterasingan abadi.
Semoga Tuhan memberi sambutan yang membuat kalian bahagia di dalam keterasingan abadi....................................................................................................................................Semoga Sang Kekasih memberi selalu kasih sayang karena kalian juga selalu memberi salam...................................................................................................................................Semoga kalian bersama dengan Guru-Guru yang telah menuntun jalan kalian yang telah kalian jadikan lantaran........................................................................................................
Semakin banyak cerita
yang membuat aku merinding, tertegun, ketakutan, senang sekaligus iri (bukan
negatif) mendengar kisah dari teman-teman saya yang bersama menuntut ilmu di
"penjara suci". Dan kisah-kisah ini membuat saya jadi semakin percaya
bahwa "tambahnya kebaikan" itu semakin nampak.
Terlalu banyak cerita
yang pernah saya dengar dari teman-teman tentang teman-teman yang telah
berhasil mendapatkan "tambahan kebaikan" di dalam kehidupan
keseharian atau bahkah kehidupan yang "tak nampak". Bahkan terkadang, cerita seperti itu langsung
mendengar cerita dari para Guru-Guruku sendiri.
Kalau melihat dulunya
teman-teman yang telah mendapatkan "tambahan kebaikan" sekarang, bagaimana mereka saat ada di
"penjara suci", maka akan ada 2 ekspresi, terkaget-kaget (heran) atau
biasa-biasa saja.
Kalau dengan ekspresi
yang biasa-biasa saja, dulunya teman-teman tersebut adalah sosok yang begitu
rajin, tekun, dan taat menjalakan apa yang memang seharusnya bahkan lebih-lebih
menjalankannya. Jadi wajarlah mereka mendapatkan semua 'tambahnya kebaikan" itu.
Dan kalau dengan ekspresi yang terkage-kaget, ini yang menjadi
heran bagi diriku dan mungkin teman-teman yang lain. Bagaimana tidak
terkaget-kaget jika melihat teman-teman tersebut dahulunya bagaimana. Mungkin
kalau bisa dibilang, tak ada rajin-rajinnya, tak ada tekun-tekunnya, tak ada
taat-taatnya, bahkan bisa dibilang bandel, nakal, dan mungkin sering menjadi
'pelanggar' (tetapi yang bukan kelas berat yaaaaaa!!! ex : madat, madon,
ngombe, dll)
Mungkin, semua itu
berkah dari mereka berkhidmad kepada Guru-Guru yang telah memberi mereka banyak
ilmu dan berkhidmad dimana dimana di tinggal. Dan PERCAYALAAAH pada semua
ini!!!!!!
Untuk para junior
yang masih berada di "penjara suci", BERSEMANGATLAH!!!!!!!!!!!!!!
"Selamat jalan
Teman-Temanku, semoga aku dan yang lain bisa berkumpul denganmu dan bersama
Guru-Guru Kita"
*terinspirasi menulis
karena ditinggal oleh salah satu teman seangkatan*
"ditulis saat senggang di kantor secara berangsur-angsur"
Komentar
Posting Komentar