DOEA POELOEH TOEJOEH
Sedikit renungan untuk diri sendiri yang awam dan bodoh ini.
Bulan ini bulan rajab, 2 bulan terakhir menuju bulan ramadhan. Bulan ini, sebagian 'ulama mengatakan bahwa termasuk dari 4 bulan mulya yang disebutkan dalam Kitab Suci. (Semoga TUHAN memberikan keberkahan bagi kita dalam bulan rajab dan sya'ban, serta mempertemukan kita pada bulan ramadhan).
Di bulan ini, ada satu peristiwa dimana yang selalu kita ingat, yaitu peristiwa besar bahwa NABI SAW menerima perintah sholat lima waktu. Tepatnya tanggal 'doea poeloeh toejoeh'.
Ada hal yang menjadi renungan saya dan yang saya dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut yang diabadikan sampai saat ini yang terdapat pada bacaan sholat.
Hal itu adalah ketika DZAT yang menciptakan seisi alam semesta ini mengucapkan salam kepada NABI SAW, السلام عليك ايها النبي و رحمة الله و بركاته, dan kemudian NABI SAW menjawab salam السلام علينا و على عباد الله الصالحين.
Hal diatas lah yang membuat aku berkesimpulan sendiri :
1) Menunjukkan sekaligus mencontohkan bahwa TUHAN mengucapkan salam kepada NABI SAW. Hal ini yang hampir sama dengan yang ada di KITAB SUCI yaiu bahwa TUHAN tidak hanya mencontohkan tapi juga memerintah kita untuk bersholawat kepada NABI SAW. Sholawat dan salam merupakan hal yang selalu bergandengan seperti halnya kalimat الله dan محمد atau seperti صلاة dan زكاة. Tidak hanya TUHAN, Malaikat pun bersholawat kepada NABI SAW. Apakah kita sudah??? Padahal itu perintah langsung dari TUHAN dan TUHAN pun mencontohkan LANGSUNG. Perintah mana yang oleh TUHAN yang diperintahkan tapi sekaligus juga dicontohkan? Sholat? Puasa? Zakat? Haji?
2) NABI SAW yang selalu peduli dengan umatnya. Yang selalu memikirkan umatnya. Yang selalu cinta kepada umatnya dan tidak pernah melupakan umatnya sampai ketika Malaikat Izro'il akan membawa ruh NABI SAW kepada DZAT YANG MAHA PENGASIG. Salah satunya kita bisa melihatnya saat membalas salam dari TUHAN YANG AGUNG, NABI SAW tidak hanya mendo'akan Beliau sendiri tapi Beliau tak lupa mendo'akan selamat untuk umatnya juga yaitu para hamba yang sholih. Apakah kita termasuk yang dido'akan NABI SAW dihadapan langsung DZAT YANG MAHA AGUNG???
Apakah kita termasuk عبد الله الصالحين? Menurut saya, 'sholih' artinya patut. Jadi, para hamba yang patut. Lagi-lagi menurut saya, hamba yang patut yaitu hamba yang ketika dido'akan yang baik, maka hamba tersebut membalas do'a tersebut. Kita, sebagai umat NABI SAW yang telah di'oakan selamat (salam) oleh NABI SAW maka harus membalas salam NABI SAW tersebut. Pantaskah kita tidak membalasnya? Patutkah kita sebagai hamba?
3) Begitu tingginya derajat NABI SAW disisi TUHAN. Ini bisa dilihat ketika TUHAN mengucapkan salam kepada KekasihNya menggunakan يا ايهاالنبي tidak يا محمد . Meskipun NABI SAW merupakan seorang manusia tetapi seperti bukan manusia biasa.
Banyak sekali di jaman sekarang yang menganggap NABI SAW merupakan hanya sebagai manusia biasa. Inilah yang menyebabkan rasa cinta kepada NABI SAW meluntur. Padahal cinta terhadap NABI SAW merupakan CINTA SEJATI. NABI SAW adalah KEKASIH SEJATI bagi kita, umat yang dicintai Beliau.
'KEKASIH SEJATI TIDAK AKAN MENELANTARKAN YANG DICINTAINYA'.
Semoga dengan melakukakan perintah TUHAN untuk bersholawat dan juga membalas salam NABI SAW, menambh kecintaan kepada NABI SAW dan kita termasuk orang yang dicintai NABI SAW dan nantinya dipandang dengan pandangan kasih sayang oleh NABI SAW.
TUHAN YANG LEBIH MENGETAHUI DENGAN BENAR.
Komentar
Posting Komentar