GADGET MAKIN DIPENCET, TASBIH MAKIN TERSISIH

Suatu malam seorang santri sedang berjaga di teras salah satu ndalem Kyai. Di tengah malam, tiba-tiba suara kunci membuka pintu yang sedang terkunci tersebut. Pintu dibuka dari dalam dan bersamaan itu Ibu Nyai keluar dan memerintah santri tersebut. Dan saat hendak melaksanakan perintah Ibu Nyai, handphone santri tersebut tanpa sengaja terjatuh. Spontan Ibu Nyai berucap “le, itu lho tasbibmu jatuh”. Mendengar kata-kata itu, santri tersebut bingung mencari tasbihnya. Ibu Nyai langsung menyahut lagĂ “itu lho, handphonemu jatuh. Sekarang kan tasbihnya santri adalah handphone”.
Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, efisiensi dan efektitas waktu bisa dirasakan oleh pengguna teknologi. Dengan begini, seseorang mampu mengerjakan atau melakukan sesuatu dengan intensitas yang lebih banyak dan mungkin mengerjakan sesuatu dengan pekerjaan yang berbeda secara bersama-sama. Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan alat teknologi.
Gadget, salah satu dari beberapa alat teknologi yang semakin digandrungi pada saat ini oleh hamper semua orang. Gadget bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa berupa handphone, smartpone, iphone, ipad dan lain sebagainya. Kita tentunya pasti mengenal itu semua. Hampir semua orang memakai minimal handphone meskipun handphone yang murahan atau minim fitur. Tidak heran semua orang dimana-mana memakai barang-barang tersebut. Kalau mereka yang tidak mengenal atau memakai barang-narang tersebut minimal handphone, mungkin akan dibilang ndeso atau katrok, gak gaul atau malah dibilang primitif.
Tak mengenal tua, muda, kaya atau pun miskin, gadget mampu membuat membelalakkana mata bagi yang melihatnya. Anak SD pun sudah mengenal, bahkan sudah banyak yang memakai. Dan tak jarang mereka nangis-nagis kepada orang tua mereka untuk membelikan barang tersebut. Bahkan balita pun sudah banyak mengenal gadget meskipun hanya untuk sekedar mainan games misalnya dengan iphone.
Gadget sekarang menjadi barang yang paling penting atau bahkan telah menjadi hidup mereka. Bahkan sebagaian orang mengatakan tak bisa hidup dengan ber-gadget. Kemana-mana harus dibawa benda yang satu ini. Dan ketika kehilangan atau ketinggalan barang ini, seakan ada yang hilang dari hidup mereka. Bahkan jika kehilangan barang ini, mereka tanpa pikir panjang langsung keesokan-harinyaya akan membeli lagi yang baru, mungkin bisa-bisa beli saat itu juga. Salah satu gadget yang kita kenal dan sering ditemui dan dipakai yaitu handphone.
Setiap keluar rumah, kita dengan mudah menjumpai orang yang ber-gadget, tak terkecuali diri kita sendiri. Di jalan, di kantor, di warung, di angkutan, dimana-mana sering kita jumpai mereka yang sedang asyik, serius bahkan sibuk memainkan handphone atau BB misalnya. Entah itu hanya sekedar ber-BBM, sms, telpon, facebook, twitter, chatting atau internet via handphone atau bahkan hanya sekedar main game di handphone atau gadget yang lain yang mereka miliki.Memang tak kenal waktu, tempat, kondisi untuk berhubungan dengan gadget yang telah membuat kita lupa akan segalanya.
Mulai bangun tidur, yang pertama dicari atau dipegang adalah hadphone atau BB untuk hanya sekedar mengecek panggilan masuk atau sms atau melihat jam. Mandi juga yang dibawa handphone, takut ada panggilan penting atau sms dari orang terpenting, atasan, ataupun bahkan pacar, bahkan juga dibawa ke kamar mandi untuk mendengarkan musik. Sebelum tidur biasanya masih berkutat dengan handphone,ber-internet, facebook, twitter, atau sms atau bahkan telpon dengan pacar ataupun teman. Mungkin juga sebelum tidur mendengarkan musik yang berisi ratusan lagu sebagai pengantar tidur. Apalagi kalau hati kita sedang gundah gulana atau saat ini kalimat populernya GALAU, mungkin akan sering update facebook, twitter melalui handphone kita.
Bahkan ketika kita menghadap pun Tuhan, yang dihadapannya adalah handphone yang kemungkinan lebih dari satu, berjajar dihadapan mushollii. Dan ini sering kita jumpai di masjid, musholla disekitar kita. Bahkan terkadang suara deringnya keras sekali tanpa disilent sebelum melaksanakan menghadap Tuhan.
Setelah sholat apa yang mereka lakukan? Handphone-lah yang mereka pegang pertama kali bukannya tasbih. Bahkan ada yang parah lagi, mereka langsung kabur dari tempat mereka tanpa harus memutar tasbih untuk mengingat Tuhan atau sekedar berdo’a. Sekarang tasbih pun jarang dibawa ketika sholat tetapi handphone lah yang banyak dibawa.
Tasbih digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah mengingat Tuhan. Tasbih pun tidak harus butiran-butiran kayu atau plasti yang bisanya dengan jumlah 99, 33 atau 11. Tetapi sekarang ada tasbih yang berbentuk digital yang ukurannya kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Bahkan ada yang murah dan tanpa harus membeli dan sudah disediakan oleh Tuhan yang terletak di jari-jari berupa garis-garis.
Seandainya kalau hati kita sedang GALAU, bukankah mengingat Tuhan akan menentramkan hati kita? Bukannya update status di facebook atau twitter. Ketika pada saat tertentu dirimu mengalami keGALAUan di hatimu dan pada saat itu pula menandakan dirimu melupakan Tuhan. Beruntung sekali mereka yang langsung bisa menentramkan*hatinya dengan langsung mengingat Tuhan. Dan jika ingin hati tentram setiap hari dan setiap waktu, maka ingatlah Tuhan setiap hari dan setiap waktu.
Memang, mengingat Tuhan tidak selalu harus membawa tasbih. Ini bukan masalah membawa tasbih atau tidak tapi dibalik itu semua, seberapa sering kita berhubungan atau mengingat Tuhan. Tidak bisakah kita kecanduan mengingat Tuhan seperti kita memainkan gadget atau handphone kita? Minimal meluangkan waktu sedikit ketika melaksanakan kewajiban kita atau bahkan sedikit waktu sehabis melakukan kewajiban kita? Mari bersama-sama melakukan semampu kita dan Tuhan pun memerintah kita semampu yang kita bisa. Tuhan paling tahu kadar kita dan tidak memaksa kita untuk melakukan yang terlalu memberatkan. Tuhan lebih mengetahui dengan benar.
salam santri
BalasHapussalam juga kang
Hapus