PELUR WANNA BE....... (season 2)
Di eskul badminton inilah aku bertemu dengan teman yang ikut club badminton. Teman yang mengajakku ini salah satu pemain malang yang bias dikatakan no 1 di Malang, mungkin sampai saat ini. Akhirnya aku pun masuk SAXON, salah satu club badminton di kota Malang yang tempat latihannya ada di Jl. Bunga Lely.
Hampir setiap hari aku bermain badminton, mungkin hanya 1 hari aja tidak bergelut dengan raket dan cock. 3 hari latihan di SAXON, 2 hari eskul, 1 hari biasanya diajak main dengan teman-teman dari ayahku. Praktis hanya 1 hari untuk istirahat. Apalagi tiap minggu, menu latihan hanya fisik dan teknik jadi tidak ada game sama sekali. Kebayang capeknya gimana????!!! Karena aku dasarnya orang suka olahraga dan aku enjoy banget maen badminton, jadi gak terasa capek. Kalaupun merasa capek, dibuat tidur sebentar meskipun hanya semenit, rasa capeknya sudah hilang.
Beberapa pertandingan aku ikuti, baik di Malang atau Surabaya meskipun tidak pernah jadi juara. Tapi pernah aku merasakan Juara I beregu putra pada saat SMP, baru menekuni badminton, SMP-ku ikut dalam pertandingan SMP se-kota Malang yang diadakan di tempat latihanku sendiri (GOR SAXON, sekarang GOR Suryanaga) meskipun aku hanya turun beberapa kali di sektor putra karena saat itu aku masih baru dalam badminton dan 2 temanku sudah pada jago bermain. Tangan, kaki bergerak. Otak berpikir menyusun strategi #tepokbulu (twit-ku 11-12-12). Jadi hanya beberapa kali aku main dan pada saat final aku gak main karena memang partai final lawan yang kami hadapi cukup tangguh. Semua partai yang main ke-2 temanku. Partai pertamaa tunggal, kedua ganda dan terakhir tunggal. Karena pada saat partai kedua yaitu tunggal kita kalah jadi score 1-1 sehinnga diteruskan partai ketiga yaitu tunggal. Mungkin karena temanku yang satu sudah maen di babak pertama jadi kita kehilangn poin di babak kedua di sector ganda. Ketika keringat mengucur deras tangan, kaki dan pikiran ga bs diajak kerjasama, jadinya gmn??? Blehar kabeh #tepokbulu (twit-ku 11-12-12). Walaupun aku tidak dimainkan di final, aku tetap mendukung kedua temenku yang masing-masing harus maen dua patai beruntun. Mengontrol diri utk menyudahi permainan adalah sangat penting #tepokbulu (twit-ku 11-12-12).
Salut buat mereka atas perjuangannya pada saat itu. Dan akhirnya kita jadi Juara I Beregu Putra (We are A Champion… ). Mungkin itu adalah yang paling berkesan selama aku menekuni badminton.
Pada saat ikut pertandingan, apalagi yang ikut di Surabaya. Aku dan teman-temanku selalu menyaksikan pertandingan yang cewek-cewek. Biasalah anak muda jaman dulu (hahahaha… ngerasa tua sekarang). Apalagi biasa yang ikut pertandingan tuch yang cakep-cakep dan kulitnya yang mulus-mulus karena kan yang mendominasi cabang badminton ini adalah ethnic Cina. Tau sendirilah kalau cina kan kulitnya putih-putih (hahahaha…).
Sampai sekarang pun aku masih tetap maen badminton meskipun tak seperti dulu. Yang dulunya tiapa hari tapi sekarang hanya 1 minggu sekali. Sekarang hanya untuk mencari keringat dan menjaga tubuh agar tetap selalu bergerak dengan olahraga. Dan itu sudah cukup buat aku.
Olahraga yang pernah aku tekuni banyak mengajarkan aku, sportivitas, control diri, ketenangan dan kerja keras. Baca juga PELUR WANNA BE....... (season 1)
Komentar
Posting Komentar