AKU, ORANG BIASA YANG INGIN JADI MANUSIA BIASA
(07)
Mungkin dari sebagian orang, kata biasa tidak ada di kamus mereka. Yang ada di kamus mereka, adalah luar biasa. Yaaa, itulah kata-kata yang banyak diucapakan dari orang-orang yang sedang melakukan sesuatu atau sedang meraih sesuatu. “aku pingin menjadi orang yang luaaaarr biaassaaa!”, “aku pingin melakukan sesuatu yang luaarr biaasssaaa!”.
Tapi tidak dengan diriku. Berbeda dengan yang lain, aku ingin jadi orang yang biasa. Luar biasa mungkin tidak cocok bagi diriku. Seperti yang kualamai saat ini, yang mengalami sesuatu yang menurutku sedikit luar biasa. Atau mungkin beberapa waktu yang lalu saat aku masih kuliah semester 8. Kedua kejadian itu, tanpa peng”iya”an dariku , aku pun menjadi yang menurutku sendiri tak cocok untuk diriku. Sebenernya aku tak mau, tapi apa daya aku tak kuasa karena sudah terlanjur.
Aku berusaha membiasa-biasakan diriku dalam keadaan yang sedikit luar biasa itu. Keadaan yang luar biasa itu, biasanya mendapatkan previlage- previlage yang lebih dari yang biasa. Tapi aku tak mau mau mengambil previlage- previlage itu. aku tetap mensejajarkan diriku seperti keadaan biasa seperti mereka yang biasa.
Aku tak peduli dengan omongan orang karena diriku yang berbiasa-biasa dalam keadaan yang sedikit luar biasa. “kemenyek koen”, “nggone wong biasa iki, kono loh nggonmu”. (kan dari dulu aku kan cueeekkksss bebeexxxx.. :p)
Emang dari dulu pun, ketika aku masih biasa, aku menjaga jarak pada yang sedikit luar biasa dan sampai sekarang pun aku tetap. Bukan berarti tidak suka tapi aku biasa. (Ex: ke tempatnya, aku sama sekali gak pernah menginjakkan kaki kalau gak perlu-perlu amaaaattt….)
Kata biasa ini aku peroleh dari seorang guruku yang menurutku pemikirannya cocok dengan diriku, “dadi wong iku biasa-biasa ae!!! dadi wong biasa iku penak, ga susah-susah, ga repot-repot”. Aku tau maksud kata-kata itu. Ketika aku mendengar itu, aku langsung meng”iya”kan karena emang sesuai dengan diriku.
Emang dalam keadaan sedikit yang luar biasa dituntut untuk lebih dari yang biasa dan aku pun berusaha untuk itu. Tapi, berusaha melakukan itu dengan sebiasa-biasa aku. Dan meskipun aku tak menjadi sedikit yang luar biasa seperti sekarang, menjadi biasa pun, aku akan melakukan yang sedikit luar biasa.Yang penting dariku, berbuat apa yang uda aku dapat dan tidak menyimpang dari apa yang ikuti.
Semoga ini cepat berakhir, menjadi biasa dan berkumpul dengan yang biasa seperti dulu lagi. Bukan seperti saat ini, menjadi sedikit tidak biasa yang berkumpul dengan yang biasa dan yang luar biasa dengan membiasa-biasakan.
Aku, orang biasa yang ingin menjadi manusia biasa.
Itu aku. Terserah kata orang tentang diriku ini.
KALAU KAMU??????
Komentar
Posting Komentar